Skip to main content

Inilah Dalil Tahlilan (1-1000 Hari) Terdapat Dalam Kitab Weda Hindu Bikin Penulisnya Masuk Islam


www.azid45.web.id - Inilah Dalil Tahlilan (1-1000 Hari) Terdapat Dalam Kitab Weda Hindu Bikin Penulisnya Masuk Islam. Bagi agama Islam pasti sudah tahu tentang tahlilan yang merupakan sebagian umat Islam melaksanakan acara tersebut dikarenakan merupakan dan dijadikan salah satu budaya Islam Indonesia selain Istighasah. Namun Sebagian Umat Islam yang lain di Indonesia tidak melaksanakan tahlilan dikarenakan anggapan mereka merupakan suatu hal yang bid'ah yang bukan bagian dari agama Islam yang kafah. Sebenarnya tahlilan menurut sebagian umat Islam di Indonesia menganggapnya merupakan ritual dari agama sebelum Islam menyebar di Indonesia, yakni agama Hindu. Lantas benarkah Tahlilan berasal dari agama Hindu? untuk menjawabnya marilah kita simak cerita seorang agama Hindu masuk Islam dengan penelitiannya tentang Tahlilan.

Dari nama Romo Pinandhita Sulinggih Winarno berganti nama menjadi Abdul Aziz. Beliau merupakan muallaf yang sebelumnya dari agama Hindu dari kasta Brahmana, kasta tingkatan tertinggi pada umat Hindu. Beliau merupakan sarjana agama Hindu S1 di pulau Dewata - Bali. Sejak menjadi muallaf beliau pindah di Blitar - Jawa Timur, yang sebelumnya beliau tinggal di Bali dan disanalah beliau dicaci maki karena ingin masuk Islam bahkan pernah diludahi. Ayah beliau sebelumnya juga murka kepadanya, namun berselang sebelum meninggal ayahnya kemudian masuk Islam bersama Beliau.

Mengenai selametan, ketupatan, tingkepan dan sebagian budaya jawa lainnya Abdul Aziz yang sebelumnya bernama Romo menganggap bahwa budaya tersebut merupakan keyakinan umat Hindu, dan beliau menyatakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab Wedha (kitab suci umat Hindu) yang menjelaskan tentang keharusan selamatan bagi pemeluk umat Hindu.

Dalam agama Hindu, kita pasti sudah mengenal tentang prosesi menuju alam nirwana untuk menghadap ida sang hyang widhi wasa mencapai alam moksa, dimana dalam prosesi tersebut diperintahkan bagi keluarga yang meninggal untuk mengirim doa'a pada 1 harinya, 3 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, dan 1000 harinya. Mengenai dalil hal tersebut, diantaranya; 

Pertama, dalam kitab Samawedha halaman 373 ayat pertama "Pratyasmahi bibisathe kuwi kwiwewibishibah ra aram gayamaya jengi petrisada dwenenara". Kedua, dalam kitab Samawedha Samhita buku satu bagian satu, halaman 20 "Purwacika prataka prataka pramoredya rsi barawajah medantitisudi purmurti tayurwantara mawaeda dewata agni candra gayatri ayatnya ayahi withaigrano hamyaditahi liltastasi barnesi agne". Dari kedua dalali tersebut, secara singkat menjelaskan bahwa keluarga atau orang tua diharuskan sebuah pengorbanan dan kirim do'a pada 1 harinya, 3 harinya, 7 harinya, 40 harinya, 100 harinya, mendak pisan, mendak pindho, dan 1000 harinya kepada yang meninggal.

Pernyataan tersebut terdapat dalam kitab beliau yang berjudul "Mualaf Menggugat selamatan" dimana dalam kitabnya menyatakan tidak kurang dari 200 dalil dari kitab Wedha memebahas semua itu. Dalam buku lain seperti buku dengan judul "Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa" karya Prof. Dr. Ida Bedande Adi Suripto yang merupakan duta dari Agama Hindu untuk negara Nepal, India, Vatikan, Roma, dan menjabat sebagai sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia. Beliau menyatakan bahwa selamaten, surtanah, geblak, hari pertama, ketiga, ketujuh, keseratus, mendak pisan, mendak pindho, dan seribu harinya adalah ibadah umat Hindu dan beliau juga menyatakan bahwa nilai-nilai Hindu sangat kuat mempengaruhi budaya jawa. 

Pada dasarnya ritual tersebut merupakan wujud dari Panca Srada yang harus diyakini oleh umat Hindu yakni percaya adanya sang hyang widhi, roh leluhur, karmapala, smskra manitis, dan moksa. Panca Srada sendiri mempunyai 5 macam selametan "Panca Yajna" yaitu; Pertama, selametan Dewa Yajna. Selamatan Dewa Yajna merupakan selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi wasa, selamatan ini biasa dikenal dengan "memerti bapa kuasa ibu pertiwi". Kedua, selamatan Pritra Yajna, selamatan yang ditujukan kepada leluhur. Ketiga, selamatan Rsi Yajna, selamatan yang ditujukan pada gugu atau kirim do'a yang ditujukan pada guru, biasanya di punden/ndanyangan. Keempat, selamatan Manusia Yajna, selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran. Kelima, selamatan Buta Yajna, selamatan yang ditujukan pada hari kebaikan, misal yang biasa dilakukan oleh umat Islam pada awal bulan Ramadhan yang disebut megengan. 

Fenomena tersebut tidak diragukan lagi merupakan ritual dari agama Hindu, dimana kita sebagai umat Islam juga melaksanakannya dan hal terasebut dinyatakan sebagai budaya Islam Jawa. Hal inilah juga sebagian umat Islam menganggapnya sebagai tradisi budaya dari nenek moyang, sedang dalam Q.S al-Baraqarah;170 menjelaskan "dan apabila diaktakan kepada mereka, ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab; tidak kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami. padahal nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apapun dan tidak mendapat petunjuk". 

Sejatinya ritual yang dilakukan oleh umat Hindu, sudah membudaya pada masyarakat jawa terutama dari sebagian umat Islam di Jawa. Mereka kebanyakan melakukan hal tersebut memiliki beberapa alasan diantaranya mereka berpedoman dengan hadits palsu, dan sebagiandari mereka hanya sekedar ikut-ikutan terhadap tradisi yang berjalan disuatu tempat. Adapun sikap tersebut, dari umat Islam yang lain menganggap bahwa sikap tersebut merupakan sikap yang keliru dalam mengamalkan ritual tersebut. Dalil akan hal tersbut bisa dilihat dalam Q.S al-Zuhruf;22 dan al-Syu'arah;74

Demikianlah hasil resume penulis, dari anggapan Abdul Aziz yang sebelumnya bernama Romo. Tulisan ini penulis ambil dari group Whatsapp. Semoga tulisan ini sebagai ilmu bagi kita sebagai umat Islam, dan kebenarannya sebagai hal subjektif bagi paradigma pembaca. wallahu a'lam.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate