Skip to main content

7 Hal Yang Harus Ada dalam Latar Belakang Sebuah Penelitian, Skripsi, dan PTK


www.azid45.web.id - 7 Hal Yang Harus Ada dalam Latar Belakang Sebuah Penelitian, Skripsi, dan PTKLatar belakang masalah adalah suatu kajian yang berisi uraian tentang keresahan, kepenasaranan, dan hal-hal yang mendorong melakukan penelitian.[1] Dalam menulis sebuah latar belakang masalah setidaknya ada tujuh hal yang perlu dijelaskan, yaitu: 

  1. Mengapa masalah tersebut perlu diteliti.
  2. Pentingnya masalah dan mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan sesuai waktu yang tersedia, biaya dan daya dukung lain yang dapat memperlancar penelitian.
  3. Kesenjangan antara fakta yang terjadi dalam pembelajran dan harapan yang perlu dipecahkan secara tepat.
  4. Realitas pembelajaran, didukung data factual lengkap dengan diagnosisnya.
  5. Keresahan dan kegelisahan peneliti, serta permasalahan yang akan muncul seandainya masalah tersebut tidak diteliti.
  6. Tindakan yang akan dikenakan pada subjek, dan mengapa tindakan tersebut diberikan.
  7. Teori atau konsep yang menopang tindakan dan gagasan pemecahan masalah.

Contoh paparan latar belakang masalah.


Latar belakang masalah 

Pengajaran yang efektif menekankan pentingnya belajar sebagai suatu proses personal, dimana setiap peserta didik membangun pengetahuan dan pangalaman personalnya. Pengetahuan dan pengalaman personal dibangun oleh peserta didik melalui ineraksi dengan lingkungan. Hal ini dipertegas oleh Brooks dan Brooks yang mengungkapkan bahwa pada dasarnya peserta didik sendirilah yang mengkonstruksi makna tentang hal yang dipelajarinya. Peserta didik mengkonstruksi pengalaman barunya berdasarkan pengalaman barunya berdasarkan pengalaman yang telah dimilikinya. Pernyataan ini sejalan dengan pandangan para konstruktivis yang memandang belajar sebagai suatu proses pengelolaan diri. Fosnot, lebih jauh mengemukakan bahwa belajar yang kontruktif mengarah pada suatu pendekatan pengajaran yang memberikan kepada peserta didik kesempatan secara luas untuk menemukan pengalaman konkret dan bermakna baik secara kontekstual maupun secara konstruktif, menemukan masalah, mengkontruksi car-cara, pengertian-pengertian, strategi-strategi yang dapat dipakai untuk membangun pengetahuan dan pengalamannya.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan peneliti di lapangan ditemukan bahwa prestasi belajar peserta didik hasil evaluasi belajar tahap akhri nasional SD tahun 1998/1999, khususnya mata pelajaran IPS, menduduki peringkat keempat setelah mata pelajaran PMP, Bahasa Indonesia, dan IPA. Informasi yang diperoleh dari para guru di lapangan menunjukkan bahwa muatan isi mata pelajaran IPS lebih banyak menekankan pada aspek menghafal konsep yang ada dalam buku teks, misalnya menghafal tentang nama tempat., nama gunung, ibu kota, dan tanggal peristiwa atau kejadian. Ini berarti, buku teks mata pelajaran IPS masih belum memberikan arahan untuk mengajak peserta didik memahami konsep-konsep yang dipelajari. Pemahaman terhadap konsep-konsep dapat dicapai apabila peserta memperoleh gambaran tentang contoh dan noncontoh dan contoh-contoh yang jelas.

Untuk mengatassi kendala tersebut diatas, perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji bagaimanakah strategi pengajaran konsep malalui penggunaan contoh dan noncontoh, contoh, serta buku teks dalam mata pelajaran IPS. Penelitian-penelitian yang dilaksanakan akan menguji keunggulan strategi pengajaran konsep mana yang memiliki pengaruh signiikan terhadap prestasi hasil belajar konsep peserta didik. Secara singkat, penelitian ini menguji hipotesis-hipotesis yang berkenaan dengan strategi pengajaran konsep melalui penggunaan conth dan noncontoh, contoh, dan strategi pengajaran konsep melalui buku teks.[2]

(sumber: Setyasari,P -2003- pengaruh strategi pengajaran konsep melalui contoh dan noncontoh, contoh, dan buku teks terhadap hasil belajar IPS siswa SD kelas V Malang:PPs.)

[1] Emulyasa, Op.Cit, hal.61
[2] Punaji Setyasari, Op.Cit, hal.64-65

Daftar Pustaka


Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Rosda Karya.
Carolyn M. Evertson dan Edmund T. Emmer. 2011. Manajemen Kelas Untuk Guru Sekolah Dasar Edisi Kedelapan. Jakarta: Kencana.
Djunaidi Ghony, M. 2009. Metodelogi Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Malang: UIN-Malang Press.
Emulyasa.2010. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosda Karya
Hikmat, Mahi M.. 2011. Metode Penelitian: Dalam Perspektif ilmu Komunikasi dan Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kerlinger. 1986. Foundations Of Behavioral Research. New York: Renehart and Winston.
Muslich, Masnur. 2013. Melaksanakan PTK Itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.
Setyasari, Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Kencana.
Sukardi. 2005. Metodelogi penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Widi, Restu Kartiko. 2010. Asas Metodelogi Penelitian: Sebuah Pengenalan dan Penuntun Langkah demi Langkah Pelaksanaan Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate