Skip to main content

3 Aspek Pendidikan Multikultural Perspektif Islam


www.azid45.web.id - 3 aspek pendidikan multikultural perspektif Islam. Istilah multikultural adalah sebuah istilah yang digunakan oleh masyarakat Kanada pada sekitar tahun 1950-an, dimana istilah tesebut memiliki makna yang menekankan konsep tentang sejumlah kelompok sosial monoetnis, yang karena berbagai alasan, dikucilkan dalam masyarakat modern.[1] Adapun arti multicultural dari segi akademis dalam pandangan Donny Gahral Adian yang dikutip Fahri menjelaskan bahwa pemahaman akademis multikulturalisme mendasarkan diri pada filsafat postmodernisme dan cultural studies yang menekankan prinsip paralogisme di atas monologisme yang memiliki isu-isu perbincangan didalamnya tentang konsep budaya, relasi budaya dan politik, hak minoritas, kritik liberalism, toleransi, dan solidaritas.[2] Sedangkan dalam dunia pendidikan –lembaga sekolah– sebagaimana yang disebutkan Ainurrafik Dawam, menjelaskan bahwa pendidikan multicultural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghadapi pluralitas dan heterogenitanya sebagai konsenkuensi keragaman budaya, etnis, suku dan aliran agama.[3]

Berdasarkan pada pemahaman tersebut sangat jelas sekali, bahwa masyarakat multicultural adalah masyarakat yang mampu mengedepankan adanya berbagai keragaman budaya dalam lingkungan masyarakat luas. Namun dalam keragaman tersebut terkandung nilai-nilai yang penting bagi pembangunan eksitensi manusia sesuai dengan apa yang telah dijelaskan Allah dalam firman-Nya. 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا ١

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu[4]

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَأَلۡوَٰنِكُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّلۡعَٰلِمِينَ ٢٢ 

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui[5]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣ 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal[6]

Aspek Pendidikan Multikultural dalam Islam

Secara terperinci, ada beberapa aspek yang dapat dikembangkan dari konsep pendidikan Islam multikultural, antara lain :

  • Pendidikan Islam multikultural adalah pendidikan yang menghargai dan merangkul segala bentuk keragaman.
  • Pendidikan multikultural merupakan sebuah usaha sistematis untuk membangun pengertian, pemahaman, dan kesadaran peserta didik terhadap realita multikultural yang ada.
  • Pendidikan multikultural memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembangnya sense of self kepada setiap peserta didik.[7]


Dengan demikian, pendidikan Islam multikultural akan mampu menumbuhkan kearifan berpikir anak didik dalam melihat segala bentuk perbedaan, dan anak didik dengan leluasa memposisikan dirinya untuk mengapresiasikan potensi dan karakter yang dimilikinya.

Lebih lanjut, selain ketiga aspek tersebut menurut A. Malik Fadjar yang dikutip oleh Muhaimin dalam bukunya, bahwa pendidikan Islam perlu untuk dikembangkan lagi ke arah : (1) pendidikan Islam Multikulturalis, yakni pendidikan Islam dikemas dalam watak multicultural, ramah menyapa pebedaan budaya, social dan agama; (2) mempertegas misi penyempurnaan akhlak (liutammima makarimalakhlak); dan (3) spiritual watak kebangsaan, termasuk spiritualisasi berbagai aturan hidup untuk membangun bangsa yang beradab.[8]

Dalam mewujudkan hal tersebut, diharapkan kepada guru selaku pendidik untuk mau berusaha meningkatkan, memperkuat serta memperluas wawasan keislaman peserta didik, karena dengan keluasan wawasan keislaman tentang keberagaman, akan berimplikasi pada sikap husnudzan serta akan memiliki akhlakul karimah, baik terhadap sesama agama maupun kepada orang lain.

[1] Pandangan tersebut menurut Kymlika yang dikutip dalam bukunya Fahri Hamzah. Lihat Fahri Hamzah, Negara, Pasar dan Rakyat: Pencarian Makna, Relevansi dan Tujuan, Cet.II, Jakarta: Faham Indonesia,2011), 117
[2] Ibid,.
[3] Ngainum Naim dan Achmad Sauqi, Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi, Cet.II, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), 50.
[4] Q.S al-Nisa’ ayat 1
[5] Q.S al-Rum ayat 22
[6] Q.S al-Hujurat ayat 13
[7] Ngainum Naim dan Achmad Sauqi, Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi, 54.
[8] Muhaimin, Rekontruksi Pendidikan Islam: Dari Paradigma Pengembangan Manajemen Kelembagaan, Kurikulum hingga Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), 47.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate