Skip to main content

4 Hubungan Antara Variabel dalam Penelitian

4 Hubungan Antara Variabel dalam Penelitian

www.azid45.web.id - 4 hubungan antara variabel dalam penelitian. Hubungan jenis antar variabel penelitian memiliki berbagai macam makna, diantaranya:

Pertama, Hubungan simetris, hubungan ini menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang mempengaruhi variabel lainnya. Misalnya, anak-anak dapat mengerjakan tes verbal dengan baik, juga dapat mengerjakan tes matematika dengan baik. Hal ini tidak berarti bahwa peneliti dapat mengatakan bahwasannya kemampuan matematika seorang anak dapat menentukan kemampuan verbalnya ataupun sebaliknya. Peneliti hanya dapat mengatakan bahwa anak yang menunjukkan kecakapannya dalam bidang matematika dengan nilai tinggi menunjukkan kecakapan verbal yang tinggi pula. Ada empat ciri hubungan simetris yaitu:

  • Kedua variabel merupakan “indikator” dari konsep yang sama. Misalnya, “kualifikasi guru yang baik” adalah “tingkat pendidikan “ dan “pengalaman mengajarnya”. Variabel tingkat pendidikan tidak dipengaruhi oleh pengalaman mengajar, begitu pula sebaliknya.
  • Kedua variabel merupakan “akibat” dari faktor yang sama. Misalnya, “ tes tes sleksi masuk perguruan tinggi yang ketat” menyebabkan banyak calon yang gugur, tetapi juga ”dapat meningkatkan prestasi mahasiswa”. Hubungan tersebut adalah simetris. Sebab tidak ada hubungan antara calon mahasiswa yang gugur dengan meningkatkan prestasi mahasiswa
  • Kedua variabel tersebut mempunyai “kaitan fungsional. “Misalnya, “kekuasaan “ mempunyai kaitan fungsi dengan “tugas dan tanggung jawab”. Akan tetapi, tidak berarti kekuasaan dipengaruhi oleh tugas dan tanggung jawab, atau sekaligus tugas dan tanggung jawab tidak ditentukan dan dipengaruhi oleh kekuasaan.
  • Hubungan kebetulan. Misalnya anak pandai gagal, tapi anak bodoh lulus dengan baik. Jadi tidak ada hubungan pandai dengan kegagalan atau bodoh dengan kelulusan

Kedua, Hubungan resiprokal (hubungan timbal balik), hubungan ini merupakan suatu hubungan yang tidak begitu jelas, dimana variabel yang independen dan mana variabel yang dependen. Misalnya, tidak jelas apakah variabel sikap seorang guru kurang baik karena murid-murid kurang baik atau sebaliknya.

Ketiga, Hubungan variabel asimetris. Pada umum Hubungan tak simetris (asimetris) ditandai dengan adanya hubungan atau kaitan antara variabel satu dengan lainnya. Hubungan tersebut bisa berupa pengaruh, sumbangan atau kontribusi, ataupun sebab akibat. Hubungan asimetris merupakan inti dari penilitian ilmu sosial, termasuk penelitian penididkan hubungan yang terjadi biasanya dalam bentuk hubungan yang positif dan fungsional. Hubungan yang positif artinya ada hubungan searah. Sedangkan yang diamksud hubungan fungsional adalah kedua variabel menunjukkan adanaya kaitan fungsi. Ada beberapa hubungan asimetris :

a. Hubungan stimulus-respons
Biasanya datang dari luar individu. Sedangkan respons merupakan reaksi atau jawaban dari individu.

b. Hubungan disposisi-respons 
Stimuls berasal dari luar, disposisi sudah berada dalam individu itu sendiri, yakni berupa kecendrungan untuk menunjukkan respons tertentu pada situasi tertentu. 

Empat, Hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik adalah hubungan yang pada suatu saat variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain, yang pada waktu lain terjadi anggota sebaliknya. Jadi, pada satu saat varaibel (X) mempengaruhi (Y), dan pada saat lain variabel (Y) yang mempengaruhi (X). Contoh, misalnya siswa yang biasa belajar teratur ternyata berprestasi tinggi, ternyata menyebabklan belajar yang teratur.[1] 

[1] Hadeli., Metode Penelitian Kependidikan, (Ciputat: Ciputat Press, 2006), hlm. 34-37
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate