Skip to main content

5 Langkah dalam Penyusunan Wawancara


   
Sumber: www.majalahpendidikan.com
Teknik penilaian non-tes jika dilihat dari kata yang menyusunya, maka non tes dapat kita artikan sebagai teknik penilaian yang dilakukan tanpa menggunakan tes. Non tes biasanya dilakukan untuk mengukur hasil belajar yang berkenaan dengan soft skill, terutama yang berhubungan dengan apa yang dapat dibuat atau dikerjakan oleh peserta didik dari apa yang diketahui atau dipahaminya. Dengan kata lain, instrument ini berhubungan dengan penampilan yang dapat diamati dari pada pengetahuan dan proses mental lainnya yang tidak dapat diamati dengan P
anca indera (Widiyoko, 2009).

     Sescara garis besar, teknik non-tes dapat diklasifikasikan menjadi 4 salah satunya adalah wawancara. Wawancara (interview) adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan Tanya jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan hanya diajukan oleh subjek evaluasi. 
Wawancara dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :[1]
1)      Interview bebas, dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya, tanpa dibatasi oleh patokan-patokan yang telah dibuat oleh subjek evaluasi.
2)      Interview terpimpin, yaitu intervi yang dilakukan oleh subjek dengan cara mengajukan pertanyaan yang sudah disusun terlebih dahulu. Jadi dalam hal ini responden pada waktu menjawab pertanyaan tinggal memilih jawaban yang sudah dipersiapkan oleh penanya.
a.       Tujuan wawancara adalah sebagai berikut :[2]
1)      Untuk memperoleh informasi secara langsung guna menjelaskan suatu hal atau situasi dan kondisi tertentu.
2)      Untuk melengkapi suatu penyelidikan ilmiah.
3)      Untuk memperoleh data agar dapat memengaruhi situasi atau orang tertentu.

b.      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam wawancara :[3]
1)      Pendidik yang akan melakukan wawancara harus mempunyai back ground tentang apa yang akan ditanyakan.
2)      Menjaga hubungan yang baik, rahasia dari peserta didik harus dijaga dengan baik.
3)      Hindari hal-hal yang dapat mengganggu jalannya wawancara.
4)      Batasi waktu dalam wawancara.
5)      Mencatat semua hasil dari wawancara.
c.       Langkah-langkah penyusunan wawancara :
1)      Perumusan Tujuan
2)      Perumusan kegiatan atau aspek-aspek yang dinilai
3)     Penyusunan kisi-kisi
4)      Penyusunan pedoman wawancara
5)      Lembaran penilaian
Contoh Wawancara:
Tujuan               : memperoleh informasi mengenai cara belajar siswa    
                             dirumah
Bentuk               : bebas
Responden         : siswa yang memperoleh prestasi yang tinggi
Nama siswa        :……………..
Kelas                  :……………..
Jenis kelamin      :……………..
Bentuk pertanyaannya sekaligus jawaban peserta didik dari hasil wawancara guru mampu mengambil keputusan diantaranya :
1.  kapan dan berapa lama anda belajar dirumah?
2. Bagaimana anda mempersiapkan diri untuk balajar secara efektif?
3. Seandainya anda mengalami kesulitan dalam mempelajarinya, usaha    apa yang anda lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?




[1] Yosipratiwi, Jenis-jenis bentuk non-tes, http://blogspot.com/2013/10/04, html.
[2]  Op cit, hlm : 158.
[3]  Junaidi, M. Baihaqi, Evaluasi Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah (MI), (LPTK IAIN SUNAN AMPEL, FAKULTAS TARBIYAH), hlm: 101.

PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate