www.azid45.web.id - Assalamua'laikum.Wr.Wb, Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang 8 Kriteria untuk menjadi sekolah rujukan. Kriteria tersebut saya dapat dari pelatihan sosialisasi SMA rujukan yang ada di Surabaya. SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, yang merupakan sala satu sekolah terkenal di Surabaya, dimana sejak tahun 2016 sudah menyandang sebagai sekolah rujukan. 

Perlu kita pahami sebelumnya, bahwa kata "sekolah rujukan" merupakan program dari pemerintah pusat di bidang pendidikan yakni Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) dan sekolah rujukan bukanlah label sekolah. Pada dasarnya pemerintah pusat memiliki dua program untuk sekolah-sekolah yang ada di Indonesia yaitu sekolah rujukan dan sekolah kewirausahaan. Untuk itu, pada pembahasan kali ini saya hanya fokus pada program sekolah rujukan, dimana menurut kepala sekolah SMA Muhammadiyah 2 Surabaya menyimpulkan terdapat 8 kriteria untuk menjadi sekolah rujukan, diantaranya;

Pertama, Melaksanakan kurikulum 2013. Kriteria pertama ini merupakan kriteria mutlak untuk menjadi sekolah rujukan. Tanpa menerapkan kurikulum 2013 maka sekolah tidak akan bisa menjadi sekolah rujukan, misalnya di sekolah selain menggunakan kurikulum 2013 juga menggunakan kurikulum KTSP 2006. Memang kebanyakan sekolah, ada yang masih menggunakan kurikulum KTSP 2006, mereka tidak bisa move on dari KTSP dikarenakan kebanyakan dari mereka susah dalam mengaplikasikan K13. Untuk syarat yang terbaru ini sebisanya menggunakan kurikulum 2013 abad 21 yang didalamnya terdapat STEM, 4C, dan Literasi.

Kedua, Memiliki Akreditasi A atau Akreditasi tertinggi se kabupaten atau kota baik negerai maupun swasta. Untuk menjadi sekolah rujukan, syarat yang kedua adalah sekolah tersebut sudah terakreditasi A, untuk saat ini sekolah yang mendapatkan akreditaasi A minimal nilainya adalah diatas 90. Dengan kebijakan seperti itu, makanya tidaklah heran sekolah yang sudah terakriditasi A sebagai salah satu syarat bisa menjadi sekolah rujukan. Selain itu, menjadi sekolah rujukan tidaklah harus dari negeri, namun sekolah swasta juga bisa menjadi sekolah rujukan asal sekolah tersebut memenuhi kriteria.

Ketiga, Pernah sebagai sekolah model. Selain kurkulum harus menggunakan K13 dan akreditasi A, syarat selanjutnya adalah pernah menjadi sekolah model. Memang menjadi sekolah rujukan tidak serta merta langsung menyabet dan memperoleh program sekolah rujukan, namun harus memiliki tahapan-tahapan salah satunya adalah pernah menjadi sekolah model. Meskipun sudah menggunakan K13 dan akreditasi sekolah tersebut A, namun belum pernah menjadi sekolah model sudah pasti sekolah tersebut belum bisa menjadi sekolah rujukan. Apa itu sekolah model? sekolah model adalah sekolah yang ditetapkan dan dibina oleh Lembaga Peminjaman Mutu Pendidikan (LPMP) untuk menjadi sekolah acuan bagi sekolah lain disekitarnya dalam penerapan peminjaman mutu pendidikan secara mandiri.

Keempat, Memiliki praktik baik dan inovasi pendidikan yang layak dijadikan rujukan bagi sekolah lain. Selain ketiga syarat diatas, syarat selanjutnya adalah memiliki praktik baik dan memiliki inovasi pendidikan yang layak dijaidakn rujukan sekolah lain. Untuk itu menjadi sekolah rujukan setidaknya didalam sekolah tersebut memiliki berbagai macam inovasi pendidikan, baik berupa metode, media, dan modul pembelajaran yang mana terintegrasi dengan teknologi dan digital. Dengan inovasi pendidikan tersebut, diharapkan akan memberikan kemajuan bagi sekolah lain, karena hakikatnya sekolah rujukan hanya diberikan kepada minimal 1 sekolah se-kota atau se-kabupaten.

Kelima, Memiliki prestasi akademik dan non akademik. Sebagai sekolah rujukan harus banyak memiliki prestasi akademik dan non akademik bagi peserta didik yang ada disekolah tersebut, baik itu di tingkat kota/kabupaten, tingkat provinsi, tingkat nasional bahkan tingkat internasional. Dengan harapan pemerolehan prestasi tersebut akan mempermudah peserta didik untuk mesuk diperguruan tinggi minimal 50% dari jumlah peserta didik yang lulus. 

Keenam, Memiliki akses yang mudah untuk dijangkau. Syarat ini merupakan syarat dari segi geografis, jadi untuk menjadi sekolah rujukan sekola tersebut mudah dijangkau dan ekosistem sekolah berjalan dengan baik dan nyaman. Ekosistem sekolah disini maksudnya adalah meliputi warga sekolah (guru, karyawan, dan peserta didik) dan wali murid.

Ketujuh, mempertimbangkan nilai Ujian Nasional (UN) dan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) yang bersangkutan. Syarat tersebut merupakan syarat selanjutnya untuk menuju sekolah rujukan. Jadi sekolah yang tidak mampu untuk memprediksi hasil nilai peserta didik agar bisa mengarahkan peserta didik untuk belajar ketingkat perguruan tinggi bisa jadi sekolah tersebut belum bisa dikategorikan sebagai sekolah rujukan. Hal ini sebagaimana pada point ke lima bahwa sebagai sekolah rujukan minimal 50% dari peserta didik yang lulus masuk ke perguruan tinggi.

Kedelapan, Bersedia memberikan pengimbasan praktik baik dan inovasi pendidikan yang dimiliki ke sekolah lain. Syarat yang terakhir ini adalah syarat jika sekolah tersebut berhasil menjadi sekolah rujukan maka wajib bagi sekolah tersebut memberikan pengimbasan seperti pelatihan, sosialisasi dan lain sebagainya terhadap praktik pendidikan dan inovasi pendidikan yang ada pada sekolah rujukan. Jadi tidak serta merta inovasi pendidikan yang ada disekolah tersebut dibuat sendiri, dan sekolah lain tidak bolah mengetahui inovasi yang sedang mereka buat melainkan harus disebarluaskan untuk kemajuan bersama. Hal tersebut sebagaimana motto sekolah rujukan yakni "maju bersama, hebat semua".

Demikianlah penjelasan singkat mengenai 8 kriteria untuk menjadi sekolah rujukan. Sejatinya dalam peraturan pemerintah masih terdapat berbagai macam kebijakan-kebijakan menjadi sekolah rujukan. Namun sebagai bekal sekolah yang ingin menjadi sekolah rujukan tidak ada salahnya harus mempersiapkan 8 kriteria tersebut sebagai modal awal menjadi sekolah rujukan. semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya

Disqus CommentClick HereHide

0 komentar untuk 8 Kriteria Untuk Menjadi Sekolah Rujukan