Skip to main content

5 Jenis Generasi Dalam Perkembangan Pendidikan 4.0

5 Jenis Generasi Dalam Perkembangan Pendidikan 4.0

www.azid45.web.id - 5 Jenis generasi dalam perkembangan pendidikan 4.0. Assalamu'alaikum.wr.wb, dalam blog ini pernah kita singgung tentang upgrade kapasitas guru untuk mewujudkan pendidikan di revolusi industri 4.0 dimana pada saat ini banyak terjadi peningkatan media yang awalnya manual menjadi serba digital khususnya pada dunia pendidikan. Dalam kajian ini, sepertinya akan mempengaruhi pendidikan pada abad 21.

Pada hakikatnya dalam revolusi industri 4.0, banyak peneliti yang mengungkapkan akan terjadinya perubahan pelaku pendidikan khususnya peserta didik ke ranah digital dan hal tersebut mempengaruhi karakter mereka. Sebagaimana yang kita tahu saat ini, semakin maraknya kegaduhan akibat ulah tangan generasi tersebut, seperti bullying, kekerasan bahkan perkelahian. Hal tersebut terjadi dikarenakan sikap toleransi, akhlak, dan karakter mereka tergantikan dengan dunia digital yang semakin memudahkan mereka berkomunikasi jarak jauh, dan melemahkan emosional mereka terhadap interaksi manusia secara langsung.

Itulah secuil dampak negatif yang akan terjadi dalam dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0 ini, meskipun dampak positif terhadap bangsa akan meningkatkan daya kognitif dan teknologi untuk menghadapi dunia. Lantas dalam generasi abad 21 ini apakah merupakan generasi yang gemilang dibanding genarasi yang lain? Sebelum menjawab hal tersebut perlulah kita mengetahui bahwa dalam pengelompokkan generasi perkembangan manusia terbagi 5 kelompok yaitu;

Pertama, Generasi Baby Boomer. Generasi ini lahir kisaran pada tahun 1946-1964. Generasi ini lahir setelah perang dunia II. Generasi ini berani untuk memiliki banyak keturunan, hingga tak heran lagi pada masa kelahiran tersebut ketika sudah berkeluarga kebanyakan mereka memiliki anak lebih dari 5. Dari segi karakter, generasi ini merupakan generasi yang adaptif, mudah menerima dan menyesuaikan diri dan dianggap sebagai generasi lama yang mempunyai pengalaman hidup.

Kedua, Generasi X. Generasi ini lahir pada kisaran tahun 1965-1980. Pada generasi ini merupakan awal dari penggunaan PC (Personal Computer), video, games, TV kabel, dan internet. Pada generasi ini video games sangat digemari. Adapun dari segi karakter, menurut penelitian Jane Deverson generasi ini memiliki tingkah laku negatif, seperti tidak hormat kepada orang tua, mulai mengenal musik punk dan mencoba menggunakan ganja. Mengingat dari generasi tersebut merupakan dimana banyak aliran-aliran bermunculan karena ketidak sepahaman dengan generasi sebelumnya, salah satunya adalah musik punk.

Ketiga, Generasi Y. Generasi ini lahir pada kisaran tahun 1981-1994. Penyebutan generasi ini pertama kali dipakai pada editorial koran besar di Amerika Serikat pada agustus 1993 silam. Generasi ini merupakan generasi milenial atau melenium, pasalnya mulai banyak menggunakan teknologi komunikasi seperti email, SMS, dan media sosial baik itu facebook maupun twitter. Disamping itu mereka juga suka main game online. Pada generasi ini, karakter mereka cenderung berkomunikasi melalui jalur online, dan SMS sehingga mulai memudarnya nilai-nilai interaksi secara langsung.

Keempat, Generasi Z. Generasi ini lahir pada kisaran tahun 1995-2010. Nama lain dari generasi ini adalah i-Generation, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan generasi Y, namun mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik dengan headset. Adapun ciri khusus dari generasi ini adalah kebanyakan mereka melakukan kegiatannya dengan berinteraksi pada dunia maya karena sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gedget canggih, yang secara tidak langsung mempengaruhi kepribadian mereka baik dari segi sosial, maupun yang lainnya.

Kelima, Generasi Alpha. Generasi ini lahir sesudah generasi Z, lahir dari generasi X akhir dan Y. Generasi ini diprediksi akan sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar, serta rata-rata mereka memiliki orang tua yang kaya.  Pada generasi ini juga, teknologi semakin meningkat, kebanyakan mereka mulai suka menggunakan gedget dari pada kompoter, dan bersosial di dunia maya.

Dari penjabaran diatas, dapat kita simpulkan bahwa setiap generasi memiliki nilai keunggulan masing-masing dan memiliki minus terhadap teknologi dan karakter. Secara umum dari segi perkembangan pendidikan generasi Alpha merupakan genarasi yang memiliki potensi untuk mengembangkan bangsa dan negara namun dari segi karakter pastilah lebih baik dari generasi sebelumnya karena rasa interaksi sosial mereka secara langsung melemah akibat dari penggunaan gedget yang semakin canggih dan game online yang semakin mudah diakses.

Oleh karena itu, sebagaiman yang dikatakan oleh Patrick Grifin. Untuk memasuki abad ke 21 dimana merupakan tantangan dalam revolusi industri 4.0, seseorang harus memiliki sejumlah kecakapan mutlak diantaranya berpikir kreatif, inovatif, kritis dan memiliki pemecahan masalah. Dari segi cara bekerja mampu untuk berkomunikasi dan berkolaborasi, dan mampu menguasai teknologi dan informasi. Dari segi hidup mampu berinteraksi dengan warga lokal dan global, artinya kita harus menguasai berbagai bahasa untuk mempermudah berkomunikasi dan berinteraksi secara global.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate