3 Hal Yang Harus Ditanamkan Dalam Etos Kerja Sesuai Dengan Al-Qur'an

www.azid45.web.id3 Hal Yang Harus Ditanamkan Dalam Etos Kerja Sesuai Dengan Al-Qur'an.  Mungkin dari sekian banyak pekerja, kadangkala mereka bekerja karena paradigma mereka adalah mencari nafkah. Hal inilah kadang menjadikan seorang pekerja tidak semangat dikala gaji mereka tidak cukup untuk kebutuhan kehidupan sehari-sehari. Secara tidak disadari, hal ini tentunya mereka tidak bersyukur atas apa yang sudah diberikan oleh Allah SWT sehingga Allah SWT menyempitkan rezeki darinya. Oleh karena itulah, kita harus memiliki sifat etos kerja yang tinggi dimanapun dan kapanpun kita bekerja. 

Lantas, apakah itu etos kerja? secara umum etos kerja merupakan gambaran suatu golongan sosial yang memiliki rasa semangat kerja. Sejatinya kata etos merupakan turunan dari bahasa Yunani yang berarti sesuatu yang diyakini terhadap sikap nilai kerja. Kita sebagai orang muslim seharusnya memiliki etos kerja yang tinggi dimana seorang muslim dalam bekerja tidak hanya bertujuan untuk memuliakan diri, akan tetapi juga sebagai suatu manifestasi (perwujudan) dari amal shaleh dan mempunyai ibadah yang luhur. Selain itu juga, seorang muslim harus memiliki totalitas terhadap kepribadiannya serta mengekspresikan dan memberikan sesuatu yang bermakna, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal.

Hakikatnya kerja merupakan sebuah manifestasi dari sebuah fitrah, dari sinilah kemudian kita sebagai umat manusia umumnya dan umat Islam khususnya akan tahu identitas diri kita . Oleh karenanya jika kita sebagai umat manusia enggan bekerja dan malas serta tidak mau mendayagunakan seluruh potensi drii untuk menyatakan keimanan dalam bentuk amal kreatif maka sebenarnya manusia tersebut sudah melawan fitrah dirinya sendiri dan menurunkan derajat identitas dirinya sebagai manusia.

Dari hal tersebutlah, kita harus memiliki pedoman yang harus ditanamkan dalam diri kita pada setiap apa yang kita lakukan. Setidaknya terdapat 3 hal penting yang harus ditanamkan dalam etos kerja yang tentunya sesuai dengan apa yang ada dalam al-Qur'an, yaitu;

Pertama, Etos Kerja adalah Ibadah. Dengan menanamkan pada diri sendiri bahwa kita bekerja merupakan ibadah maka kita tidak akan memiliki rasa penyesalan terhadap pekerjaan kita disaat hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan usaha kita yang sudah maksimal. Sejatinya hasil dari apa yang kita kerjakan ditempat kita bekerja jangan dianggap sebagai pemerolehan rezeki utama yang diberikan Allah SWT kepada kita namun kita harus berpositif thingking bahwa rezeki yang diberikan oleh Allah akan datang dimanapun dan kapanpun. Dengan begitu, Allah akan terus melapangkan rezeki kita, karena kita sudah meniatkan diri kita atas kepasrahan kita terhadap Allah dengan sebuah ibadah hanya karena-Nya. Hal ini sebagaimana dalam  al-Qur'an Surat ad-Dzariyat : 56

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 

56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku

Kedua, Etos Kerja adalah Amanah. Kita dalam bekerja selain menanamkan rasa ibadah didalamnya juga harus menanamkan sebuah amanah, yaitu bahwa kita berkerja merupakan amanah dari Allah SWT yang harus kita jalankan semaksimal mungkin dan secara profesional. Dengan memantapkan diri bahwa kerja merupakan amanah, maka dimanapun kita berkerja, apa saja yang kita kerjakan akan dipertanggungjawabkan disisi Allah SWT kelak ketika kita diakhirat. Dengan begitu, secara tidak langsung kita akan semangat dalam bekerja, senantiasa tanggung jawab terhadap apa yang kita kerjakan, dan tentunya kita juga akan amanah terhadap atasan maupun bawahan dalam tempat kita bekerja. Hal ini sebagaimana dalam al-Qur'an Surat al-Ahzab:72

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا 

72. Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh

Ketiga, Etos Kerja adalah Rahmah. Yang terakhir adalah bahwa kita harus menanamkan dalam diri kita bahwa kerja merupakan bagian dari rahmah. Pada hakikatnya setiap yang kita kerjakan, baik itu tukang parkir, kebersihan, OB, guru, karyawan, bahkan manager perusahaan kesemuanya adalah pemberian dari Allah yang sejatinya didalamnya terdapat rahmat Allah SWT. Untuk itu kita seharusnya ikhlas terhadap apa saja yang kita kerjakan. Ikhlas disini harus memiliki niat lillahi ta'ala, profesionalitas, dan sykur serta sabar. Dengan kesemua itu, maka kita akan diberikan rezeki Allah yang melimpah tentunya dengan sayarat kita harus bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah dan tidak kufur. Hal ini sebagaiamana dalam al-Qur'an surat Ibrahim:7

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"

Dari ketiga hal yang harus ditanamkan dalam etos kerja tersebut, dapat disimpulkan bahwa setiap umat manusia terutama umat Islam selayaknya tidak asal bekerja, mendapatkan gaji atau sekedar menjaga gengsi agar tidak dianggap sebagai pengangguran. Karena kesadaran bekerja secara produktif serta dilandasi semangat tauhid - ibadah, dan tanggung jawab merupakan salah satu ciri yang khas dari karakter kepribadian seorang muslim. Tidak ada alasan bagi menusia menjadi pengangguran bahkan kehilangan semangat inovatif, karena sikap hidup tidak memberikan makna apalagi menjadi beban dan dan peminta-minta. Sejatinya hal tersebut merupakan tindakan yang tercela.

Umat Islam yang memiliki etos kerja sejatinya oarang yang selalu obesesif atau ingin berbeuat sesuatu yang penuh manfaat dan menganggap bagian amanah dari Allah cara pandang mereka dalam melaksanakan sesuatu didasarkan pada tiga dimensi kesadaran yaitu dimensi ma'rifat (aku tahu), dimensi hakikat (aku berharap) dan dimensi syariat (aku berbuat). Dengan begitu maka rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kita akan terus mengalir tanpa ada hambatan sedikitpun.

Demikianlah, 3 Hal Yang Harus Ditanamkan Dalam Etos Kerja Sesuai Dengan Al-Qur'an, semoga artikel ini bermanfaat. amin.

Artikel Lainnya

Disqus CommentClick HereHide

0 komentar untuk 3 Hal Yang Harus Ditanamkan Dalam Etos Kerja Sesuai Dengan Al-Qur'an