Skip to main content

Hadits Tentang 2 Amalan Yang Dapat Mendatangkan Rezeki Seseorang

Hadits Tentang 2 Amalan Yang Dapat Mendatangkan Rezeki Seseorang

www.azid45.web.id - Hadits Tentang 2 Amalan Yang Dapat Mendatangkan Rezeki Seseorang. Assalamualaikum. Wr.Wb, kita sebagai umat Islam sering mendengar bahwa shalat dhuha adalah shalat sunnah yang salah satu manfaatnya untuk mempermudah memperoleh rezeki. Dimana hal teresebut sebagaimana do'a setelah shalat dhuha yang bermakna "......, Ya Allah jika rezeki saya masih dilangit maka turunkan, jika di bumi maka keluarkan, jika sulit maka mudahkan, jika masih haram maka sucikan, ....". Oleh karena itu kita sebagai orang Muslim hendaknya sering mengerjakan shalat sunnah, seperti dhuha, tahajud (malam), qabliyah, ba'diyah dan lain sebagainya. Selain memiliki manfaat yang luar biasa juga merupakan sunnah Rasulullah SAW dan pahalanya sangat besar disisi Allah.

Lantas apakah ada amalan lain selain shalat dhuha yang bertujuan untuk mendatangkan rezeki?. Untuk menjawab pertanyaan ini, maka perlu kita lihat hadits shahihaini (Bukhari dan Muslim) dimana ada hadits yang menjelaskan bahwa setiap pagi akan turun dua malaikat dibumi, salah satunya berkata "Ya Allah berikanlah penganti bagi siapa saja yang menafkahkan hartanya" dan salah satu yang lain berkata "Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)". Dari hadits tersebut secara jelas memperingatkan kepada kita bahwa sebagai umat manusia terutama umat Islam senantiasa dan harus berbuat baik kepada orang yang tidak mampu dengan membagikan sedikit harta kita. Selain wujud kemanusian, perbuatan tersebut merupakan wujud rasa syukkur kepada Allah yang telah memberikan rezeki lebih sehingga kita dapat beribdah kepada Allah dengan hati yang tenang tanpa rasa takut dan diberikan kesehatan untuk senantiasa beribadah kepada-Nya.

Dari  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan sendiri bahwa harta tidaklah mungkin berkurang dengan sedekah. Beliau bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim no. 2558, dari Abu Hurairah)


أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut.” (HR. Bukhari no. 1433)

Amalan itulah yang menjadikan rezeki kita bertambah. Dimana jika kita senantiasa menginfakkan harta kita baik berupa infak maupun sedakah maka Allah akan menambahkan rezeki bagi kita. Selain hadits ini, dalam al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7 juga menjelaskan;

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Dari keterangan ayat al-Qur'an tersebut sejatinya pemberian harta yang berlebih oleh Allah maka kita dianjurkan infak maupun sadakah karena hal tersebut merupakan wujud dari bersyukur kepada Allah dan dengan demkian maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita. Sebaliknya, jika kita diberikan oleh Allah sebuah harta yang berlebih dan kita tidak berinfak maupun bersedakah karena sifat kebakhilannya maka sejatinya ia tidak bersyukur oleh Allah atas apa-apa yang diberikan kepadanya sehingga azab yang sangat pedih atau kehancuran (menurut hadits) akan menimpah seseroang tersebut yang tidak senantiasa membagikan rezekinya berupa infak maupun sedekah.

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa, pertama, Setiap pagi dan sore, menurut hadis sahih tersebut, menegaskan bahwa ada dua golongan malaikat yang tugas nya mendoakan seseorang, bila orang tersebut melakukan kebaikan dalam bentuk sedekah maka Malaikat Rahmah berdoa, "Ya Allah tambah dan lipatgandakan harta orang tersebut.' Dan bila sebaliknya yang dilakukan, " Yaa Allah, punah dan habiskan harta orang yang pelit." Kedua,  Harta yang diinfakan  diberkahi dan  dihilangkan berbagai dampak kejelekan padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan keberkahannya. Walaupun secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. dan Ketiga, Infak-sedekah akan mengundang rizki yang tidak terduga. Dengan bersedekah menjadi sebab berkah dan bertambahnya harta. Barangsiapa yang memiliki keluasan harta, namun enggan untuk bersedekah (mengeluarkan zakat), Allah akan menahan rizki darinya. Allah akan menghalangi keberkahan hartanya. Allah pun akan menahan perkembangan hartanya.

Demikianlah artikel tentang Hadits Tentang 2 Amalan Yang Dapat Mendatangkan Rezeki Seseorang selain shalat dhuha. Dimana amalan tersebut adalah berinfak dan bersedakah. Semoga artikel in bermanfaat bagi kita semua, Amin.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate