Skip to main content

Ayat al-Qur'an dan Hadits Tentang Cinta Tanah Air

Ayat al-Qur'an dan Hadits Tentang Cinta Tanah Air

www.azid45.web.id - Ayat al-Qur'an dan Hadits Tentang Cinta Tanah Air. Assalamualaikum.Wr.Wb, mungkin anda sudah sering mendengar seruan tentang mencitai tanah air dengan kalimat "hubbu al-wathan min al-iman". Tanah lahir secara umum memang menjadi icon penting karena merupakan tempat lahir, hidup, dan matinya seseorang yang mulai dekenal atas dasar konsep bangsa-negara. Oleh karena itu, pantas saja kita sebagai umat manusia yang menetap dan tinggal disuatu tempat kelahiran kita harus cinta terhadapnya, "cinta tanah air". Tak luput juga dengan umat Muslim, mencintai tanah air merupakan sebuah hal yang harus ada pada diri kita bahkan cinta air merupakan bagian dari iman seseorang. Hal tersebut sebagaimana yang saya ungkapkan sebelumnya "hubbu al-wathan minal iman".

Lantas apakah kalimat tersebut dalam kajian takhrij hadits merupakan hadits yang shahih dimana dapat dijadikan sebagai pedoman?. Menanggapi pertanyaan ini, sebagaimana dalam buletin ad-dakwah Mimbar Jum'at Muhammadiyah Surabaya edisi 565/VI mengungkapkan ternyata hampir semua kritikus haidts, seperti Badrudin Az-Zarkasyi (al-Durar al-Muntasirah: 197), As-Sakhawi (al-Maqashid al-Hasanah: 100) Ali Al-Qari (al-Mashnu'fi Ma'rifati al-Hadits al-Maudhu no. 106) dan Albani (Silsilah al-Dha'ifah 110) menilai validitas hadits tersebut dengan pernyataan "tidak ada asalnya" atau sering kita dengar dengan hadits maudhu' (palsu) dan menambahkan komentar "namun demikian subtansi atau maknanya baik dan senafas dengan ajaran Islam".

Jika ditelitik secara bahasa, menurut Ibnu Manzhur dalam Lisan al-'Arab bahwa al-wathan bermakna tempat tinggal dan rumah, tempat dimana kita menambatkan kambing dan binatang ternak. Dari pengertian tersebut, maka merupakan suatu hal yang menandakan suatu fakta empirik yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena rumah adalah kebutuhan primer.

۞أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَهُمۡ أُلُوفٌ حَذَرَ ٱلۡمَوۡتِ فَقَالَ لَهُمُ ٱللَّهُ مُوتُواْ ثُمَّ أَحۡيَٰهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشۡكُرُونَ ٢٤٣

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: "Matilah kamu", kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur (Q.S al-Baqarah:243)

وَلَوۡ أَنَّا كَتَبۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَنِ ٱقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ أَوِ ٱخۡرُجُواْ مِن دِيَٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٞ مِّنۡهُمۡۖ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۡ وَأَشَدَّ تَثۡبِيتٗا ٦٦

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka). (Q.S an-Nisa':66)

Muhammad bin Ja'far mengabarkan pada kami dimana ia mendengar Anas ra berkata: Rasulullah SAW bila pulang dari bepergian dan melihat dataran tinggi kota Madinah, ia mempercepat jalan untanya dan bila menunggang hewan lain, ia memacunya. Abu Abdullah berkata: Al-Harists bin Umair menambahkan cerita dari Humaid: Beliau Nabi memacu untanya karena kecintaan kepada Madinah (HR. Bukhari).
Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah SAW ketika di Makkah bersabda: Engkau adalah daerah yang paling indah nan elok dari negeri (lain yang ada), dan engkau adalah daerah yang paling aku cintai, kalau bukan lantaran kaumku mengusirku darimu, aku tidak akan tinggal dinegeri selainmu (HR. At-Tirmidzi).

Jika kita melihat ayat al-Qur'an dan hadits diatas, dan jika kita kumpulkan menjadi sebuah bukti nyata maka kita akan mengetahui bahwa Islam adalah agama yang universal sebagai petunjuk hidup.  Dimana ajarannya tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan adanya suatu wilayah dan geografis sebagai tempat pelaksanaannya sekaligus sebagai tempat berkumpulnya manusia.

Menurut penafsiran Muhammad Abduh tentang Q.S al-Baqarah: 243 tersebut, sebagai bukti kebenaran hukum Allah akan kecendrungan manusia untuk berkumpul di suatu tempat. Dalam kumpulan besar manusia yang ditanamkan umat. Tempat tinggal atau tanah menjadi bukti eksitensi suatu umat, yang akan mengembangkan kemerdekaan dan kebebasannya sebagai kedua hak dasar yang diberikan Allah kepada manusia. Selanjutnya menurut Muhammad Imarah, intelektual Muslim Profilik dari Mesir membuat perumpamaan, jika iman didasarkan pada fitrah maka cinta tanah air juga didasarkan pada fitrah manusia yang tidak dapat dihilangkan dari manusia, tempat fitrah itu sendiri berbeda. Maka cinta tanah air adalah pembuktian dari dimensi fitrah yang melingkupi seluruh gerak lahir batin seorang Muslim dimanapun. Hal tersebut bisa dan dapat digambarkan pada emosional Nabi sebagaimana tergambar dari hadits tersebut. Dimana beliau sangat mencintai tanah lahirnya, Makkah.

Dari penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa mencintai dan membela tanah air adalah bagian dari keimanan seseorang muslim kepada Allah SWT, Tuhan yang menganugerahkan kepada manusia sebuah tempat tinggal (Ardhun) sebagai tempat melaksanakan tugas sebagai khalifah.

Demikianlah Ayat al-Qur'an dan Hadits Tentang Cinta Tanah Air. Semoga bermanfaat, Amin.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate