Bukti Umat Islam Memiliki Karakteristik dalam Aktivitas Membaca

Bukti Umat Islam Memiliki Karakteristik dalam Aktivitas Membaca


Islam memang lahir di tengah-tengah umat yang dikenal dengan ummat ummiyyah(ummat buta huruf). Bahkan Nabi Muhammad SAW yang merupakan penyampai risalah Islam juga dengan tegas disebut oleh Al Qur’an sebagai Nabi yang Ummi. Maka ketika malaikat Jibril pertama kali datang menemui Muhammad untuk meminta beliau membaca, beliau menjawab, “Aku tak bisa membaca”.

Di tengah ummat yang tak pandai membaca, kepada seorang laki-laki yang juga tak pandai membaca, wahyu yang pertama kali turun justru adalah perintah untuk membaca. Dan kemudian sejarah melihat secara berangsur-angsur, ayat per ayat, surat per surat, wahyu itu dengan tuntas turun semuanya ke bumi. Dan himpunan semua wahyu yang turun ke bumi itu kemudian dikenal oleh kawan maupun lawan sebagai Al Qur’an. Secara harfiah, nama kitab suci tersebut bisa kita maknai sebagai ‘bacaan’.[1]
Penyebaran luas ‘bacaan’ tersebut dan juga ajaran-ajaran yang terdapat di dalamnya tidak lain adalah merupakan jasa tak terlupa dari perjuangan cerdas para ulama dan juga pengorbanan ikhlas para syuhada. Sebab, sebagaimana dikatakan oleh seorang pecinta dan pejuang Islam.
Keindahan peradaban Islam yang kita saksikan sepanjang belasan abad, adalah lukisan agung perpaduan dua warna; hitam tinta para ulama dan merah darah para syuhada.
Salah satu hal yang seharusnya menjadi karakteristik umat Islam adalah aktivitas membaca. Bagaimana tidak, Al Qur’an yang secara harfiah tadi kita maknai sebagai ‘bacaan’ adalah sebuah kitab suci yang diawali dengan wahyu pertama berupa perintah membaca. Iqra’. Hal inilah yang disadari betul oleh para ulama kita dahulu. Sehingga Islam yang tampak saat itu, adalah Islam sebagai Ummat Qariah (umat pembaca). Aktivitas membaca yang mendarah daging itu akhirnya melahirkan aktivitas baru; menulis. Maka sudah sejak dini sekali Al Qur’an dan juga hadits, selain selalu dibaca, dihafalkan namun juga ditulis dalam bebatuan, pelepah kurma.[2]
Tradisi menulis yang dimasa-masa awal Islam belum terlalu kental, tiba-tiba berubah menjadi tradisi yang begitu melekat. Sehingga sejak masa pasca tabi’in, mulailah tumbuh benih-benih tulisan yang kemudian semakin membesar, berkembang dan akhirnya membentuk sebuah peradaban. Diantara semua jenis tulisan, barangkali karya-karya fiqih merupakan warna yang paling dominan. Karena itulah tidak mengherankan jika salah seorang pemikir muslim pernah mengatakan, “Andaikan saja peradaban Islam bisa diungkapkan dengan salah satu produknya, maka kita akan menamakannya sebagai “Peradaban Fiqih” sebagaimana Yunani diidentikkan dengan “Peradaban Filsafat”.
Dan karena begitu besarnya bangunan fiqih tersebut, sampai-sampai kita seakan tidak akan mampu untuk mengenal semuanya. Apalagi mau membaca semuanya. Itu belum lagi ditambah dengan banyaknya karya-karya fiqih yang hilang karena peristiwa penyerangan kaum Tatar ke wilayah Baghdad dulu.[3]


[1] Ibid, hlm 58.
[2] Muhammad Fauzil Adhim, Positive Parenting: Cara-Cara Islami Mengembangkan Karakter Positif Pada Anak Anda (Bandung: Mizana, 2006), hlm 272.
[3] Ibn Maskawaih Tahzib Al-Akhlaq, Menuju Kesempurnaan...,  hlm 56.


Reaksi:
PERHATIAN:Jika anda mendownload di blog ini, maka anda akan di redirect terlebih dahulu ke laman Short Safelink untuk keamanan blog. Oleh karena itu jika terjadi error 404 maka terjadi kesalahan dalam klik di laman redirect atau terjadi refresh laman redirect. Untuk mengatasinya anda bisa mengulang kembali klik file yang akan anda download di blog ini. Dan Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami dengan Klik Disini atau nomor berikut 085733513782 - Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar Disqus

0 Response to "Bukti Umat Islam Memiliki Karakteristik dalam Aktivitas Membaca"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel