Etika dan Profesi Keguruan Paradigma KH Hasyim As'ary

Etika dan Profesi Keguruan Paradigma KH Hasyim As'ary


www.azid45.web.idEtika dan Profesi Keguruan Paradigma KH Hasyim As'ary. Dalam dunia Islam, etika seorang pendidik dan peserta didik sudah banyak sekali dikemukakan oleh berbagai ulama’ salah satunya adalah KH. Hasyim Asy’ariy. Beliau telah menuliskan konsep etika pendidikan yang sangat berguna bagi umat Islam khususnya di Indonesia.

Dalam pemikirannya tentang etika pendidikan, beliau membagi 3 aspek yaitu a) tugas dan tanggung jawab seorang murid, b) tugas dan tanggung jawab seorang guru, dan c) etika terhadap kitab sebagai literaturr. Dari ketiga aspek ini, dapat dijabarkan sebagai berikut:[1] 

Etika guru dalam proses belajar mengajar


Dalam proses belajar mengajar, KH. Hasyim Asy’ariy menganjurkan etika ini menjadi 10 kriteria yang harus dilakukan seorang guru yaitu:
  1. Didahului dengan niat yang baik untuk bertaqarrub
  2. Mensucikan dan membersihkan diri dari hadas, serta memakai pakaian yang rapi dan wangi.
  3. Berdoa sebelum berangkat dan senantiasa berdzikir kepada Allah, serta menjaga diri dari segala yang dapat mengurangi kewibawaan dan menggunakan bahasa yang santun.
  4. Hendaknya tidak mengajar ketika lapar, haus atau haus, waktu panas atau dingin (sakit keras) karena dapat mempengaruhi psikologis peserta didik.
  5. Memberi salam kepada peserta didik dan duduk berhadapan langsung kepada peserta didik.
  6. Mengawali pelajaran dengan membaca ayat suci al-Qur’an dan berdo’a.
  7. Mendahulukan pelajaran yang paling penting dan mulia.
  8. Menjaga kelas agar tidak ramai dan mengakhirkan pelajaran ketika peserta didik bingung atas pelajaran yang disampaikan, serta mengingatkan peserta didik yang menyimpang dari pembahasan tanpa harus membuatnya malu.
  9. Memberikan jawaban kepada peserta didik sesuai dengan ilmu yang dimiliki, dan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan peserta didik jika tidak mampu atau tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan peserta didik.
  10. Selalu memperhatikan peserta didik serta hendaknya mengakhiri pelajaran atau penjelasan dengan kata “Wa Allah A’lam” sebagai dizikir dan menyandarkan segala sesuatunya yang tahu hanya Allah.

Etika guru terhadap murid atau anak didik


Mengenai pembahasan adab guru menurut KH. Hasyim Asy’ariy, beliau memberikan 13 point acuan yaitu:
  1. Hendaklah seorang guru dalam menjalankan profesinya adalah memberikan pengajaran dan pendidikan kepaada peserta didik mempunyai niat dan tujuan yang luhur, yakni demi mencari ridho Allah, mengamalkan ilmu pengetahuan, menghidupkan syari’at Islam, menjelaskan sesuatu yang hak dan yang batil, mensejahterahkan kehidupan umat, serta demi meraih pahala dan berkah ilmu pengetahuan.
  2. Hendaklah tidak menghalangi hak peserta didik untuk menuntut ilmu.
  3. Mencintai peserta didik sebagaimana mencintai dirinya sendiri, berusaha memenuhi kemaslahatan mereka, serta memperlakukan mereka dengan baik sebagaiamana anaknya sendiri.
  4. Mendidik dan memberi pelajaran kepada peserta didik dengan penjelasan yang mudah dipahami sesuai dengan kemampuan mereka.
  5. Bersungguh-sungguh dalam memberikan pengajaran dan pemahaman kepada peserta didik.
  6. Memaklumi keadaan peserta didik yang nampak kelelahan dan terlambat karena rumah mereka sangat jauh dari sekolah.
  7. Hendaklah guru tidak memberikan perlakuan khusus kepada salah satu peserta didik dihadapan peserta didik yang lain, karena hal ini dapat menimbulkan kecemburuan diantara mereka.
  8. Memberikan kasih sayang dan perhatan kepada peserta didik melalui mengenal kepribadian dan latar belakang mereka serta selalu berdo’a untuk kebaikan mereka.
  9. Membiasakan diri sekaligus memberikan contoh kepada peserta didik tentang cara bergaul yang baik, seperti mengucapkan salam, berbicara dengan sopan, saling mencintai terhadap sesame, tolong - menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
  10. Berupaya membantu peserta didik untuk meringankan masalah mereka baik dalam hal materi, posisi, dan sebagainya.
  11. Hendaknya sesalu bersikap tawadlu’ terhadap peserta didik, meskipun statusnya sebagai guru yang berhak dihormati oleh peserta didik.
  12. Memperlakukan peserta didik dengan baik, serperti memanggil dengan nama dan sebutan yang baik, menyambut kedatangan mereka, dan sebagainya.

Etika guru terhadap kitab sebagai alat untuk belajar


Mengenai hal ini KH. Hasyim Asy’ariy memberikan 5 anjuran kepada guru terhadap kitab sebagai salah satu alat dalam proses pembelajaran yaitu:
  1. Menganjurkan dan mengusahakan agar memiliki buku pelajaran yang diajarkan.
  2. Merelakan dan mengizinkan bila ada kawan meminjam buku pelajaran, dan bagi peminjam hendaklah menjaga dari buku yang dipinjamnya.
  3. Meletakkan buku pada tempat yang terhormat, dengan memperhitungkan keagungan kitab dan ketinggian keilmuan penyusunnya.
  4. Memeriksa buku yang dipinjam.
  5. Bila menyalin buku pelajaran syari’ah, hendaklah dalam keadaan suci kemudian diawali dengan basmalah.
[1] Hasyim Asy’ari, Adabul ‘Alim wa al-Muta’allim, (Jombang: Maktabah Turats al-Islami, 1413 H), h.71-80
Reaksi:
PERHATIAN:Jika anda mendownload di blog ini, maka anda akan di redirect terlebih dahulu ke laman Short Safelink untuk keamanan blog. Oleh karena itu jika terjadi error 404 maka terjadi kesalahan dalam klik di laman redirect atau terjadi refresh laman redirect. Untuk mengatasinya anda bisa mengulang kembali klik file yang akan anda download di blog ini. Dan Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami dengan Klik Disini atau nomor berikut 085733513782 - Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar Disqus

0 Response to "Etika dan Profesi Keguruan Paradigma KH Hasyim As'ary"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel