Skip to main content

Recent Disqus

Click Here On Load Disqus

Hakikat Makna dan Unsur dari Kata Ideologi

Hakikat Makna dan Unsur dari Kata Ideologi
Konten [Tampil]
Hakikat Makna dan Unsur dari Kata Ideologi

www.azid45.web.idhakikat makna dan unsur-unsur kata ideology. Secara etimologi ideologi yang dibentuk dari kata ide yang berarti pemikiran, konsep, gagasan logi, logos artinya pengetahuan. Dengan demikian ideology adalah ilmu pengetahuan tentang ide-ide, tentang keyakinan/gagasan, orang yang pertama kali menggunakan istilah ideology adalah: Antoine Dustult, seorang filosof Prancis yang hidup semasa revolusi Prancis. Destut Pracy mengartikan ideologi sebagai "sciece of ideas", dimana didalamnya ideologi dijabarkan sebagai sejumlah program yang diharapkan membawa perubahan institusional dalam suatu masyarakat.

Dalam aplikasinya ada sementara tokoh yang memandang ideologi secara negative Napoleon Bonaparte menggunakan istilah ideologi sebagai kata-kata penghinaan. Ia menuduh cendekiawan liberal dari institute dewan sebagai ideologues, kelompok ini sebelumnya adalah pendukung Napolion yang mengantarkannya kepuncak kekuasaan akan tetapi karena kemudian mereka mempunyai pemikiran-pemikiran republika dan anti terhadap agama, Napolion menganggap kelompok ini sebagai suatu ancaman terhadap absolutism yang dilakukannya, yang didukung oleh gereja.

Begitu juga Karl Mark memandang ideologi sebagai pemikiran-pemikiran kelas penguasa atau kaum kapitalis guna mencari pembenaran dan pengesahan tata social politik yang ada, yakni kapitalisme dan untuk mengesahkan keistimewaan yang mereka miliki dalam tata masyarakat tersebut. Jadi teori ini memandang ideologi sebagai seperangkat pemikiran yang dirancang untuk mengutamakan kepentingan kelompok penguasa dan untuk mempertahankan kekuasaan mereka.

Sesungguhnya istilah ideologi itu sendiri bersifat netral, tidak memihak kemanapun ia dapat digunakan oleh siapa saja, kapitalis, komunis dan lain-lain, ideologi hakikatnya menggambarkan suatu tatanan kehidupan yang diyakininya yang paling ideal disertai dengan cara-cara program dan strategi untuk mewujudkan dan memperjuangkannya.

Carl J.Fried Erich, mendefinisikan ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dikaitkan dengan tindakan. Ideologi secara khas mengandung suatu program dan strategi untuk mewujudkan ajarannya dan fungsi utamanya adalah untuk mempersatukan organisasi-organisasi yang dibangun berdasarkannya.

Dilihat dari fungsi yang diperankannya sebenarnya ideologi tidak lebih dari satu instrumental, adalah alat untuk penjelas yang tetap yang dibutuhkan guna mengarahkan pikiran dan tindakan secara efesien bagi para pendukungnya.

Setiap ideologi, apapun namanya didalamnya pasti mengandung unsur-unsur yang sangat prinsip, menurut Sastra Prateja unsur-unsru tersebut adalah; Pertama, adanya suatu penafsiran (interprestasi), terhadap kenyataan suatu realitas. Kedua, setiap ideologi memuat seperangkat nilai atau suatu preskripsi (ketentuan) moral, hal ini berarti bahwa setiap ideologi secara implisit memuat penolakan terhadap sistem etika lainnya. Ketiga, ideologi memuat suatu orientasi pada tindakan ideologi merupakan suatu pedoman kegiatan untuk mewujudkan nilai-nilai yang termuat didalamnya. Lain halnya dengan Kunto Wibisono yang memukakan bahwa setiap ideologi memuat tiga unsur yang sangat menonjol yaitu; Pertama, adanya keyakinan: yakni ada gagasan-gagasan fital yang diyakini akan kebenarannya. Kedua, mitos: ada sesuatu yang dimitoskan secara optimik dan determistik pasti akan menjamin tercapainya tujuan. Ketiga, loyalitas: yakni menuntut adanya keterlibatan secara optimal dari para pendukungnya, dengan memperhatikan definisi diatas dapat dinyatakan, unsur yang paling pokok dalam ideologi adalah: 1) Adanya suatu realitas hidup yang diyakini kebenarannya secara mutlak. 2) Adanya tujuan hidup yang dicita-citakan. 3) Adanya cara atau program aksi yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang diyakini guna mewujudkan terealisasinya tujuan hidup yang dicita-citakan.[1]

Demikianlah, hakikat makna dan unsur-unsur kata ideology. Semoga bermanfaat.

[1] Mustapa Kamal Pasha dan Ahmad Adaby Darban, "Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam", (Yogyakarta: Pustama SM Th:2009), hal145-146.
Reactions
PERHATIAN:Jika anda mendownload di blog ini, maka anda akan di redirect terlebih dahulu ke laman Short Safelink untuk keamanan blog. Oleh karena itu jika terjadi error 404 maka terjadi kesalahan dalam klik di laman redirect atau terjadi refresh laman redirect. Untuk mengatasinya anda bisa mengulang kembali klik file yang akan anda download di blog ini. Dan Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami dengan Klik Disini atau nomor berikut 085733513782 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar