Skip to main content

5 Hal Yang Dapat Merusak Dialog Antara Suami dan Istri

5 Hal Yang Dapat Merusak Dialog Antara Suami dan Istri

www.azid45.web.id - Dialog merupakan hal yang urgen untuk mengeratkan baik itu teman, sahabat, keluarga, dan antara suami dan istri. Dalam bahasa arab sendiri, perusak dialog sering dikenal dengan istilah muhlikatul hiwar. Dengan dialog akan menemukan rasa satu sama lain, namun kadang kala dialog juga menimbulkan petaka seperti bertengkar dan rusaknya hubungan silaturahmi seseorang. 


Pertama, kritikan yang menyakitkan. Biasanya salah seorang suami maupun istri mengutarakan kritikan yang menyakitkan ditengah-tengah dialognya, sehingg seorang suami atau istri tidak sanggup melanjutkan dialognya.

Kedua, Menuduh bersalah. Sebuah dialog yang diawali dengan tuduhan dapat membuat orang yang mendengarnya baik suami ataupun istri tidak ingin meneruskan perkataannya.

Ketiga, Membiarkan masalah tanpa menyelesaikan dan membicarakannya. Hal tersebut akan menimbulkan akibat buruk pada diri antara suami dan istri menjadi tidak baik dalam berdialog.

Keempat, Mengungkit-ngungkit masa lalu. Jika terjadi permasalahan, seorang suami atau istri akan mengungkitnya sebagai alasan meskipun masalah tersebut sudah berlalu.

Kelima, Berlomba untuk saling mengetahui permasalahan yang terjadi. 

Dan sesuatu yang paling banyak menyakitkan istri ketika berdialog dengan suaminya adalah bahwa suami tidak memberikan perhatian sedikitpun terhadap apa yang diucapkan istrinya, karena suami menganggap istrinya tidak paham dengan ucapannya, menuduh banyak keliru dalam berbicara, tidak mempercayai perasaan dan keinginannya, dan mengatakan bahwa pendapatnya tidak penting dibandingkan pendapat dirinya. Sebaliknya, sesuatu yang paling banyak menyakitkan suami sehingga tidak mau berdialog dengan istrinya karena melukai perasaannya adalah bahwa istri tidak percaya dengan suami dan pendapatnya, tidak mengakui apa yang telah diberikan kepadanya, dan mengingkari jasa-jasanya.

Oleh karena itu hendaklah kita harus mampu membedakan antara kesalahan dan pelakunya, sehingga dengan mudah kita bisa menyelesaikan masalah tersebut. Demikian juga kita harus senantiasa membuka pintu selebar-lebarnya dengan penuh kebahagiaan dan memaafkan kesalahan-kesalahannya.

Singkatnya, agar kita terhindar dari perdebatan, lebih baik kita menerima perselisihan yang sepele dan berusaha memahami orang lain dengan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara dan mengutarakan pendapatnya serta selalu membangun jembatan untuk saling memahami agar tidak saling salah paham antara keduanya.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate