Skip to main content

Hakekat Teologi Menurut Islam Paradigma Harun Nasution

Hakekat Teologi Menurut Islam Paradigma Harun Nasution
www.azid45.web.id - Hakekat teologi menurut Islam paradigma Harun Nasution. Mengutip dari perkataan Prof Harun Nasution dari bukunya Teologi Islam: Aliran-aliaran sejarah analisa perbandingan yang pada saat itu beliau masih Doktor, dalam pembukaan bukunya beliau menyebutkan pada dasarnya teologi merupakan ajaran-ajaran dasar dari sesuatu agama. Setiap orang kadang kala ingin menyelami seluk-beluk agamanya secara mendalam dari agama yang dianutnya. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan landasan kuat, yang tidak mudah diombang-ambing oleh peradaban zaman.

Lanjut beliau dalam istilah Arab, ajaran dasar tersebut "teologi" disebut dengan usul al-din selain itu, juga dsebut dengan 'aqaid atau sebuah keyakinan-keyakinan. Adapun menurut Islam, kata teologi disebut dengan ilmu al-tauhid. Kata tauhid sendiri mengandung arti satu atau esa dan keesaan dalam pandangan islam sebagai agama monoteisme, dimana hal tersebut merupakan sifat terpenting di antara segala sifat-sifat Tuhan. Selanjutnya teologi Islam juga disebut dengan Ilmu al-kalam dimana arti dari makna tersebut adalah sebuah kata-kata. Maksud dari kata-kata disini adalah sabda Tuhan atau Firman Allah (al-Qur'an). Ilmu Teologi tersebut (ilmu kalam) pernah menimbulkan pertentangan-pertentangan keras dikalangan umat Islam abad ke-IX dan X Mahesi, sehingga timbul penganiayaan dan pembunuhan-pembunuhan terhadap sesama muslim pada waktu itu.

Adapun di Indonesia, Teologi Islam yang diajarkan pada umumnya adalah dalam bentuk ilmu tauhid. Ilmu tauhid biasanya kurang mendalam dalam pembahasan dan kurang bersifat filosofis. Ilmu tauhid juga biasanya memberikan pembahasan sepihak dan tidak mengemukakan pendapat dan paham dari aliran-aliran atau golongan-golongan lain yang ada dalam teologi Islam. Dan ilmu tauhid yang diajarkan dan dikenal di Indonesia pada umumnya adalah ilmu tauhid menurut aliran ay'ariah yang sekarang disebut ahli sunnah wal jama'ah, sehingga timbullah kesan dikalangan sementara umat Islam Indonesia, bahwa inilah satu-satunya teologi yang ada dalam Islam.

Dalam Islam sendiri, sebenarnya terdapat lebih dari satu aliran teologi Islam. Dimana terdapat ada aliran liberal, ada yang bersifat tradisional dan ada pula yang mempunyai sifat antara liberal dan tradisional. Dimana hal tersebut mungkin memiliki hikmahnya seperti bagi orang yang bersifat tradisional lebih sesuai dengan jiwanya teologi tradisional, sedangkan orang yang bersifat liberal dalam pemikirannya lebih dapat menerima ajaran-ajaran teologi liberal.

Kedua corak teologi ini, liberal dan tradisional, keduanya tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran dasar Islam. Dengan demikian orang yang memilih mana saja dar aliran-aliran itu sebagai teologi yang dianutnya, belum pasti menyebabkan ia menjadi keluar dari Islam.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate