Ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Menjaga Lisan

Ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Menjaga Lisan

Ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Menjaga Lisan

www.azid45.web.idAyat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Menjaga Lisan. Lisan, kadangkala dapat merenggangkan hubungan silaturahmi sesama umat Islam, dan kadangkala juga dapat mempersatukan umat Islam. Dengan lisan, kita dapat berbicara kepada orang lain, dan dengan lisan pula kita dapat mengumpat orang lain. Oleh karenanya, sebagai umat Islam kita harus menjaga lisan kita agar terhindar dari perkataan-perkataan yang kotor dan perkataan-perkataan yang dapat memberikan efek sakit hati kepada orang lain akibat dari lisan kita.

Ibarat lisan itu seperti pisau. hakikatnya lisan dan pisau itu menyakitkan dan keduanya merupakan alat yang tajam. Jikalau pisau tertusuk pada seseorang lalu kita mencabutnya sejatinya akan membekas didalam tubuh fisik meski kita meminta maaf, begitu juga lisan meski kita sudah meminta maaf sejatinya orang tersebut hatinya sudah terluka dan sulit untuk melupakannya. Oleh karenanya, sekali lagi dan terus mengingat bahwa kita harus terus menjaga lisan kita dari perkataan yang membuat sakit hati orang lain. "Sebaikt baik manusia adalah yang bisa menahan lisannya. karena banyak musibah yang diawali dari lisan".

Dalam al-Qur'an sudah mengingatkan kepada kita, bahwa kita harus menjaga lisan. Sebagaimana firman Allah SWT surat al-Hujurat ayat 12:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir Jalalain Q.S al-Hujurat 12

(Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa) artinya, menjerumuskan kepada dosa, jenis prasangka itu cukup banyak, antara lain ialah berburuk sangka kepada orang mukmin yang selalu berbuat baik. Orang-orang mukmin yang selalu berbuat baik itu cukup banyak, berbeda keadaannya dengan orang-orang fasik dari kalangan kaum muslimin, maka tiada dosa bila kita berburuk sangka terhadapnya menyangkut masalah keburukan yang tampak dari mereka (dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain) lafal Tajassasuu pada asalnya adalah Tatajassasuu, lalu salah satu dari kedua huruf Ta dibuang sehingga jadilah Tajassasuu, artinya janganlah kalian mencari-cari aurat dan keaiban mereka dengan cara menyelidikinya (dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain) artinya, janganlah kamu mempergunjingkan dia dengan sesuatu yang tidak diakuinya, sekalipun hal itu benar ada padanya. (Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati?) lafal Maytan dapat pula dibaca Mayyitan; maksudnya tentu saja hal ini tidak layak kalian lakukan. (Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya) maksudnya, mempergunjingkan orang semasa hidupnya sama saja artinya dengan memakan dagingnya sesudah ia mati. Kalian jelas tidak akan menyukainya, oleh karena itu janganlah kalian melakukan hal ini. (Dan bertakwalah kepada Allah) yakni takutlah akan azab-Nya bila kalian hendak mempergunjingkan orang lain, maka dari itu bertobatlah kalian dari perbuatan ini (sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat) yakni selalu menerima tobat orang-orang yang bertobat (lagi Maha Penyayang) kepada mereka yang bertobat.

Tafsir al-Misbah Q.S al-Hujurat 12

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah prasangka buruk terhadap orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa yang harus dihukum. Janganlah kalian menyelidiki dan mencari-cari aib dan cela orang-orang Muslim, dan jangan pula kalian saling menggunjing yang lain. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan bangkai saudaranya yang mati yang kalian sendiri sebenarnya merasa jijik? Maka bencilah perbuatan menggunjing, karena perbuatan menggunjing itu bagaikan memakan bangkai saudara sendiri. Peliharalah diri kalian dari azab Allah dengan menaati semua perintah dan menjauhi segala larangan. Sesungguhnya Allah Mahaagung dalam menerima pertobatan orang-orang yang mau bertobat, lagi Mahaluas kasih sayang-Nya terhadap alam semesta.

Dalam penjelasan ayat tersebut, hakikatnya prasangka buruk dan ghibah berasal dari lisan. Dengan prasangka buruk seseorang dapat menyebar luaskan atas prasangka buruk tersebut kepada orang lain, dan hal ini akan menjadi sebuah ghibah. Dan perbuatan tersebut diumpamakan oleh Allah seperti  memakan bangkai sudaranya sendiri. Dari itulah, bahwa kita harus menjaga lisan kita agar senantiasa hubungan kita kepada sesama muslim tetap terjaga dan ukhuwah islamiyah kita tetap kuat.

Dalam hadits Shahih Bukhari no.6477 dan Shahih Muslim no. 2988 meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين ما فيها يهوى بها في النار أبعدما بين المشرق والمغرب

Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka didalamnya lebih jauh dari jarak timur dan barat.

Dan dalam hadits lain pada kita yang sama, (Shahih Bukhari no.6475 dan Shahih Muslim no.74) Rasulullah SAW bersabda:

ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam.

Dari hadits tersebut jelas memerintahkan kepada kita bahwa kita harus menjaga lisan kita atau lebih baik kita diam, sebab kita tidak memikirkan setiap perkataan yang kita ucapkan maka bisa berdampak buruk bahkan mampu menjerumuskan kita kedalam api neraka akibat dari perkataan kita karena menyakiti hati orang lain.

Demikianlah artikel Ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Menjaga Lisan. Semoga bermanfaat.
Reaksi:
PERHATIAN:Jika anda mendownload di blog ini, maka anda akan di redirect terlebih dahulu ke laman Short Safelink untuk keamanan blog. Oleh karena itu jika terjadi error 404 maka terjadi kesalahan dalam klik di laman redirect atau terjadi refresh laman redirect. Untuk mengatasinya anda bisa mengulang kembali klik file yang akan anda download di blog ini. Dan Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami dengan Klik Disini atau nomor berikut 085733513782 - Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar Disqus

0 Response to "Ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Menjaga Lisan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel