Skip to main content

Inilah Beberapa Dalil Tentang Berkurangnya Umur

Inilah Beberapa Dalil Tentang Berkurangnya Umur
www.azid45.web.id - Inilah Beberapa Dalil Tentang Berkurangnya Umur. Assalamualaikum.Wr.Wb, pada kesempatan sebelumnya saya telah membahas tentang ayat al-qur'an tentang bertambahnya umur, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan beberapa dalil tentang berkurangnya umur. Bertolak belakang bukan?, baik, sejatainya manusia jika kita logikakan maka kita akan mendapat sebuah jawaban bahwasannya umur kita akan bertambah disisi lain umur kita juga akan berkurang. Jadi tidak heran, ada sebuah simpulan bahwa "yang ada hanyalah berkurangnya umur". Namun bagi saya, umur itu ibarat dua sisi koin mata uang tat kala kita mengatakan umur kita bertambah maka itu benar adanya dan tat kala umur kita berkurang juga benar adanya.

Mengapa demikian?, tentunya semua itu tergantung pada logika kita, dimana umur berkurang karena sejatinya dengan bertambahnya umur kita maka semakin berkurangnya masa hidup kita. Dengan bertambahnya umur, maka masa hidup kita semakin tidak akan lama lagi. Dengan hidup kita tidak akan lama lagi maka kita sebagai umat Islam harusnya tidak akan menyianyiakan sisa hidup kita. Oleh karena itu, kita sering kali mengetahui para orang tua para orang yang sudah tua, mulai sering beribadah kepada Allah SWT sebagai bekal amal menuju akhirat nantinya. Dengan dalih inilah orang yang sudah rentah tat kala sadar akan setiap perbuatannya mereka akan mulai mengingat tentang nilai-nilai tauhid. Dimana kita sebagai manusia senantiasa beribadah kepada Allah, hal ini sebagaimana dalam firman Allah surat Adz-Dzariyat :56 "tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaNya (Allah).

Baca Juga: 10 Cara membuat hati menjadi tenang menurut Islam

Dengan mengingat akan amalan kita, dan agar terus beribadah kepada Allah karena seiring waktu semakin berkurangnya umur kita, kita harus ingat beberapa hal, yaitu:

Pertama, meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. Pertama, kita harus senantiasa melakukan suatu hal yang bermanfaat mulai dari membuang duri ditengah jalan, bersedekah, membantu sesama, saling tolong-menolong maupun yang lainnya dan meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat seperti bermain remi, bermain game maupun yang lainnya. Sejatinya satu waktu tanpa amalan itu sudah membuang waktu yang berharga lainnya. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda "مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ" yang artinya "Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)".

Kedua, Waktu itu Berharga. selain meninggalkan yang tidak bermanfaat, kita juga harus mengetahui waktu kita untuk beribadah kepada Allah. Sejatinya waktu itu sangatlah berharga. Dimana waktu tidak akan terulang kembali pada diri kita tat kala waktu itu sudah berlalu. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam harus senantiasa memanfaatkan waktu kita didunia ini dengan amalan-amalan yang bermanfaat.

Syaikh ‘Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” (Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)

Didalam hadits kitab Sunan Tirmidzi juga dijelaskan:
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi no. 2417)


Hadits tersebut menurut al-Bani merupakan hadits shahih.

Terakhir, Jangan Menjadi Seorang Muslim Yang Menyesal Kelak Dikemudian Hari. Hal terkahir yang perlu kita perhatikan selain waktu, dan hal yang bermanfaat bagi umur kita sebagai seorang muslim adalah jangan samapai kita sebagai sorang muslim menyesal akan amalan yang kita kerjakan. Oeh karena itu kita sebagai umat Islam harus senantiasa mengerjakan amalan sebaik mungkin untuk menuju surga yang abadi kelak.

Sebagaimana Firman Allah SWT

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Fathir: 37).

Dalam ayat lainnya disebutkan pula,

وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

“Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”” (QS. As Sajdah: 12).

وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَى مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ

“Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: “Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?”” (QS. Asy Syura: 44).

قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ

“Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Ghafir: 11-12).

Demikianlah artikel tentang dalil berkurannya umur. Semoga artikel ini bermanfaat. Amin.
PERHATIAN:Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami
contact atau 089677337414 - Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui
Buka Komentar
Tutup Komentar
Close Disqus
Close Translate