Inilah 7 Penyebab ASI Ibu Tidak Keluar dan Tidak Memadai Pada Ibu Menyusui

Inilah 7 Penyebab ASI Ibu Tidak Keluar dan Tidak Memadai Pada Ibu Menyusui

Inilah 7 Penyebab ASI Ibu Tidak Keluar dan Tidak Memadai Pada Ibu Menyusui

www.azid45.web.id - Inilah 7 Penyebab ASI Ibu Tidak Keluar dan Tidak Memadai Pada Ibu Menyusui. Assalamualaikum. Wr.Wb, pada kesempatan kali ini saya akan share 7 penyebab ASI ibu tidak keluar dan memadai pada ibu menyusui. Hampir semua ibu menyusui khawatir terhadap bayinya, apakah ia dapat cukup ASI atau sebaliknya. Sejatinya, ibu pasca melahirkan dapat memproduksi ASI yang cukup bagi bayinya, akan tetapi pada beberapa kasus terdapat juga bahwa ibu pasca lahir tidak bisa memproduksi ASI dalam kurun waktu beberapa hari bahkan tidak sama sekali tidak bisa memproduksi ASI pada si bayi.

Seorang bayi seharusnya diberikan ASI dalam sehari kurang lebih 10-12 kali bahkan bisa lebih dari itu. Biasanya tidak sampai 2 jam bayi yang baru lahir harus diberikan ASI oleh si ibu agar si bayi tidak kekurangan energi dan cairan. Semakin anda sering memberikan ASI kepada si bayi maka semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi oleh anda. Jadi tatkala bayi lahir sebaiknya seorang ibu langsung mengajarkan bayinya untuk menyusui agar ASI bisa langsung keluar secara otomatis.

Baca juga: inilah cara alami atasi bayi atau anak kecil yang sedang flu

Lantas bagaiamana dan apa benyebab ASI ibu tidak keluar atau tidak memadai, padahal cara tersebut sudah dilakukan?. Sebagaimana yang dilansir pada situs fimela.com ada 11 penyebab ASI ibu tidak keluar dan tidak memadai, yaitu:

Pertama, bayi tidak menghisap put1ng p4yud4rah ibu dengan baik.
Si bayi yang mengantuk atau sedang mengalami sakit kuning, tidak mampu menghisap ASI dengan baik. Oleh karena itu, jika anda menjumpai hal tersebut dapat menyebabkan ASI si ibu tidak dapat memproduksi lebih ASI dari biasanya.

Kedua, saat lahir bayi berada di ruangan yang terpisah dari anda.
Saat bayi terpisah dari anda ketika si bayi lahir, maka jadwal menyusui akan menjadi sulit dan mengganggu pasokan serta produksi ASI anda. Oleh karena itu sebaiknya jangan sampai terpisah antara anda dan si bayi agar  selain si bayi tidak terkena penyakit kuning akibat kekurangan penyakit kuning juga agar produksi ASI anda meningkat.

Ketiga, ibu yang bekerja setelah melahirkan akan mengalami penurunan ASI dengan cepat.
Penyebab lain ASI tidak keluar atau tidak memadai adalah akibat ibu pasca melahirkan mereka langsung melakukan aktifitas seperti bekerja. Tentunya hal tersebut akan menjadikan si bayi dan si ibu memiliki jarak sehingga bayi bisa jadi kekurangan ASI dan si ibu akan mengalami penurunan produksi ASI. Sebaiknya jika anda setalah melahirkan maka alangkah baiknya cuti terlebih dahulu kurang lebih satu - dua bulan agar produksi ASI anda maksimal serta si bayi tidak mudah terkena penyakit terutama penyakit kuning. Untuk solusi ini, jika anda tetap bekerja maka anda bisa memasok dan memompa ASI anda dengan alat bantu pompa ASI untuk di simpan sewaktu-waktu bayi anda ingin ASI bisa dengan ASI hasil pompaan tersebut.

Keempat, membataasi jadwal pemberian ASI.
Penyebab selanjutnya adalah membatasi jumlah waktu pemberian ASI. Hal tersebut menyebabkan bayi dapat mengalami foremik (kalori rendah) dan mingkatkan hindemik (kandungan lemak). Untuk menghindari hal tersebut, janganlah membatasi pemberian ASI kepada si bayi. Jika si bayi ingin ASI maka cepatlah memberikannya ASI, agar si bayi mendapatkan cukup ASI dan produksi ASI anda akan meningkat pula dari rangsangan si bayi.

Kelima, ibu yang sakit atau mengalami stress dan depresi.
Penyebab ini dapat menyebabkan produksi ASI anda akan rendah. Biasanya hal tersebut terjadi ketika ibu mengalami sakit akibat gangguan hormnal, seperti tiroid, ketidakseimbangan hipofisis dan sisa plasenta yang tertinggal di dalam perut ibu. Salain itu juga, penyebab lain adalah karena ibu sedang flu atau sakit demam serta si ibu melakukan KB dimana pil tersebut mengandung estrogen yang dapat menurunkan pasokan ASI si ibu.

Keenam, memberikan susu formula saat ASI tidak lancar.
Penyebab selanjutnya adalah dikarenakan si bayi diberi susu formula tatkala ASI ibu sedang tidak lancar atau si ibu malas menyusui si bayi. Sebenarnya hal tersebut tidaklah baik, seorang ibu seharungnya memberikan ASI kepada si bayi secara maksimal kurang lebih selama 6 bulan hingga 1 tahun, setelahnya bisa diberikan ASI dan makanan lain hingga 2 tahun baru si ibu bisa mensapi anaknya untuk tidak minum ASI lagi.

Ketujuh, ibu yang melahirkan secara caesar.
Penyebab terakhir adalah para ibu yang melahirkan melalui operasi caesar. Operasi tersebut akan memerlukan waktu ekstra untuk pulih, sebelum mereka siap secara fisik untuk memegang dan menyusui bayi baru mereka. Hal tersebut dapat menyebabkan sedikit keterlambatan dalam produksi ASI.

Demikianlah artikel saya tentang 7 Penyebab ASI Ibu Tidak Keluar dan Tidak Memadai Pada Ibu Menyusui. Semoga bermanfaat. Amin.
Reaksi:
PERHATIAN:Jika anda mendownload di blog ini, maka anda akan di redirect terlebih dahulu ke laman Short Safelink untuk keamanan blog. Oleh karena itu jika terjadi error 404 maka terjadi kesalahan dalam klik di laman redirect atau terjadi refresh laman redirect. Untuk mengatasinya anda bisa mengulang kembali klik file yang akan anda download di blog ini. Dan Jika anda ingin bertanya atau bantuan bisa kontak kami dengan Klik Disini atau nomor berikut 085733513782 - Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Related Posts

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar Disqus

2 Responses to "Inilah 7 Penyebab ASI Ibu Tidak Keluar dan Tidak Memadai Pada Ibu Menyusui"

  1. seringkali hal ini menjadi masalah besar karena seorang ibu muda tidak punya ASI sehingga anak harus diberi susu formula

    ReplyDelete
  2. iya, hal tersebut memang miris. namun hal tersebut bisa diatasi dengan terus di rangsang oleh si bayi sendiri. dan obat tradisional seperti air taji nasi yang masih hangat.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel